Ratusan petani di desa Jenu Kabupaten Tuban mendadak kaya.
Saat ini lagi viral berita tentang 225 kepala keluarga, di Desa Sumurgeneng, kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mendadak menjadi milyader setelah menjual tanah kepada PT Pertamina (Persero).
Hal yang menyebabkan viral, adalah sebuah rekaman vidio pendek yang menunjukkan datangnya belasan mobil, yang diangkut oleh truk towing secara bersamaan memasuki desa Sumurgeneng, kecamatan Jenu Tuban
Konon, sudah ada ratusan mobil yang dipesan oleh warga tersebut, secara bersamaan, yakni oleh warga yang mendapatkan ganti untung (bukan ganti rugi, seperti yang diberitakan oleh media mainstrem).
Rata-rata warga, menerima uang sekitar Rp.8 miliar (apabila ditulis dengan angka, masih banyak warga yang salah tulis).
Ada diantara mereka, sebagian investasi property, baik rumah maupun tanah, ada juga yang investasi lainnya.
Begitulah orang kaya baru (OKB).
Semoga saja, mereka kedepannya tidak ada yang salah langkah, atau salah jalan.
Mereka, masyarakat Jenu, Tuban ini akan diuji mentalnya, karakternya, kapasitasnya, dan mindsetnya.
Jika mereka bermental kaya, dan karakternya positif, kapasitasnya luas, agung, maka mereka akan lolos dari bencana kehancuran dan kemiskinan.
Di karenakan, ini sebagai contoh, tetangga saya dahulu di Sukolilo, saya tidak tahu tahun berapa kejadiannya, rata-rata yang pernah mendapatkan gusuran dari perluasan perumahan PT Sinar Galaxy, di suatu Kecamatan Sukolilo Surabaya, hanya beberapa saja yang masih bisa menikmati kekayaannya, dari hasil menjual tanah gusuran yang mereka miliki.
Sebagian besar lainnya, mereka jatuh miskin, akibat salah mengelola dananya, salah membelanjakan uangnya, salah investasinya, dan buruk managemennya. Juga mungkin mereka tidak mempunya leadership yang kuat, yang kokoh, mareka bermental miskin, bukan bermental kaya.
Kejadian di tetangga saya ini, menurut saya ada kemiripan dengan yang terjadi di kecamatan Jenu, kabupaten Tuban ini.
Saat menerima uang penjualan tanah, warga yang mayoritas petani ini dengan tiba-tiba memiliki uang banyak, lalu mereka membeli motor, mobil, rumah, elektronik dan lain-lainnya yang mungkin tidak mereka butuhkan, bahkan cenderung kearah pemborosan.
Yang demikian inilah yang saya sebut sebagai mental miskin, mindset kecil dan stupid, sehingga dikemudian hari, mereka akan kesulitan jika uangnya sudah mulai habis.
Karena mereka yang sebelumnya memang miskin, atau pas-pasan kemudian mendapatkan uang banyak (bukan durian runtuh), lalu gaya hidupnya berubah drastis menjadi konsumtif, apalagi mempunyai mulai mempunyai kendaraan mobil hanya untuk gaya hidup, sehingga mereka bisa berpergian kesan kemari dengan mobilnya, layaknya orang yang memang berkecukupan.
Lambat laun, jika uangnya habis, pekerjaan aslinya sudah mulai mereka tinggalkan, mulailah mereka mencari pinjaman, dengan harapan nanti akan mendapatkan penghasilan lainnya, jika nantinya mereka tidak bisa mengembalikannya, maka mereka mulai menjual mobilnya, peralatan elektroniknya, dan apapun yang mereka punya.
Akhirnya mereka kembali ke habitatnya semula, miskin.
Perbedaannya dahulu mereka miskin masih mempunyai tanah luas, sedeangkan kedepannya mereka miskin sudah tidak mempunyai apa-apa.
Kembali pada cerita tetangga saya tadi, hanya segelintir orang saja, yang masih mempunyai property berupa kos-kosan, rumah kontrakan dan property lainnya di seberang kampus negeri terbesar, di kawasan Sukolilo.
Hanya segelintir orang ini, yang memiliki mental kaya, mindset kaya, berperilaku kaya, dan karakter positif lainnya.
Ia bisa mensekolahkan anak-anaknya sampai lulus perguruan tinggi, bahkan menambah investasinya berupa usaha lainnya yang dibutuhkan di sekitar kampus.
Sedangkan mereka yang bermental miskin dan kembali miskin tadi, karakternya lemah, mindaetnya sempit dan kapasitasnya rapuh.
Seandinya saja, tetanggaku dulu mau meng-upgrade pengetahuannya, mindsetnya, karakternya, menjadi mental kaya, mental juara, mental pemenang, tidak sampai harus kehilangan semua asset-assetnya, minimal masih mempunyai rumah.
Semoga saja 225 warga Sumurgeneng, kecamatan Jenu Kabupaten Tuban tadi, mempunyai mental kaya, karakter juara, syukur-syukur sebelum menerima uang mereka sudah mempersiapkan mentalnya dengan baik dan benar.
Semoga Allaah selalu membimbing kita semua, menjadikan kita kuat mentalnya, karakternya, dan cemerlang pikirannya.